Alhamdullilah, hari minggu tanggal 8 maret 2009 lamaran saya ke keluarga ia selesai dilaksanakan.
Acara berjalan cukup sukses, walau ada kekurangan di sana-sini, tetapi bukanlah masalah besar. Kami dari Bogor berangkat sekitar jam 9.30, agak terlambat sedikit dari rencana semula, jam 9.
Ada 4 mobil yang membawa kami sekeluarga, turut mendampingi kami Kakek, Nenek, saudara-saudara dari ibu, kakak dan suaminya, juga mertua dari kakak. Perjalanan cukup lancar, kami sampai ditempat Ia sekitar jam 11 siang, langsung disambut oleh keluarga besar Ia, setelah kami semua bersalaman kami semua duduk di ruang depan rumah keluarga Ia, seserahan dari kami langsung diberikan ke keluarga Ia. Seserahan ini harusnya diberikan pada saat acara, tetapi karena tidak diberitahu maka diserahkan pada saat kami datang. Seserahan yang kami bawa adalah buah-buahan, ketan, risol spesial paling uenak khas keluarga kami, beberapa kue-kue.
Acara dipandu oleh saudaranya Ia, saya lupa namanya, tetapi bapak ini ternyata teman dari teman ibu, dokter yang dulu pernah bertugas di PT. Timah singkep. Bapak saya memulai sambutan dengan terlebih dahulu memperkenalkan keluarga kami, kemudian bapak menceritakan latar belakang terjadinya lamaran ini bermula ketika saya memberitahukan pada bapak bahwa saya dan Ia sudah serius dan ingin meneruskan hubungan kami ketahap selanjutnya yaitu menikah dan meminta bapak melamar Ia, kemudian bapak berfikir apakah bapak bisa mengabulkan permintaan saya, bapak melihat dari segi umur, ilmu, pekerjaan, penghasilan dan agamanya sudah mencukupi, dari sisi Ia bapak meliahat dari sisi agama sudah seiman, maka bapak berfikir sudah dapat mengabulkan dan menyampaikan permintaan ku ke keluarga Ia.
Setelah berunding dengan keluarga bapak Aburawas (bapaknya Ia) menerima pinangan keluarga kami, sebenarnya agak diluar sekenario, karena rencannanya diterima atau tidaknya ditanyakan dulu ke Ia, sementara Ia masih didalam kamar, tapi ini tidak menjadi masalah karena pada intinya lamaran kami diterima. Semua orang kemudian mengucapkan Alhamdullilhah.
Kemudian kedua orang tua kami menyerahkan dan mempercayakan kepada kami waktu dan persiapan pernikahan kepada kami berdua.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a dipimpin oleh ketua mesjid dilingkungan rumah Ia, sebelum berdoa pak uztad sedikit memberikan siraman rohani, beliau mengatakan ada lima perkara yang harus disegerakan yaitu :
- Memberi makan tamu bila datang berkunjung
- Menyiapkan penguburan mayat jika telah mati
- Mengawinkan anak perempuan jika cukup umur
- Membayar hutang bila telah sampai masanya
- bertaubat dari dosa
(diriwayatkan oleh Hatim Al-Asom, sumber www.sabah.org.my)
Diakhir acara karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Ia aku memberikan kado ulang tahun kepada Ia, diikuti dengan nyanyian selamat ulang tahun dari keluarga secara spontan :), keluargaku ini memang selalu heboh dimanapun hehe.
Acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan makan siang dan shalat dzuhur. Kami sekeluarga bersiap pulang sekitar jam 1 siang, dan keluarga Ia menyerahkan balasan seserahan berupa kue jajanan, black forest, kue bolu, dan yang paling top ikan kakap asam manis.
Acara lamaran selesai mulai saat ini sampai nanti bulan November kami mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kami, semoga kami diberikan kemudahan untuk melaksanakan niat suci kami. Amin.
Baru sampai dirumah Ia
Suasana lamarannya
Pasukan pelamar
Seserahannya
Balasannya