Semua bermula kemarin pagi, sekitar jam 3 pagi mama mengeluh kalau perut bagian bawahnya terasa nyeri. Paginya dengan tak sengaja ayah melihat bercak dicelana tidur mama, kebetulan celana itu berwarna biru muda sehingga terlihat sekali. Bercak itu berwarna kecoklatan muda dan berdiameter sekitar 1-2 cm.
Kami ragu, apakah itu noda atau flag. Akhirnya kami coba kucek di air dan rinso, ternyata noda tersebut hilang, hampir pasti itu flag.
Akhirnya kami memutuskan pagi itu juga pergi ke dokter, kami cari dokter yang praktek paling pagi walau bukan dokter yang biasa menangani mama. Dapatlah kami jadwal periksa jam 8 pagi, urutan nomor 2. Habis sarapan langsung tancap ke rumah sakit.
Setelah kami ceritakan sedikit masalah kami, dokter langsung memeriksa kandungan mama menggunakan USG, dan dokter memberitahu kami kalau plasenta mama berada di bawah rahim, dan kemungkinan menutup jalan lahir. Istilah bekennya Placenta Previa.
Kondisi ini membuat kondisi kehamilan menjadi agak rentan akan kelahiran prematur.
Salah satu gejala placenta previa adalah keluarnya bercak darah tanpa rasa sakit dan biasanya timbul jika ibu dalam kondisi kecapekan.
Oleh sebab itu dokter menyarankan agak mama tidak boleh capek dan banyak istirahat.
Selain itu trisemester ke-3 dokter akan menyarankan ibu hamil banyak
makan ice cream, supaya bayi menjadi besar, sebagai antisipasi jika
terjadi kelahiran prematur.
Memang pada akhir minggu lalu kami pergi bersilahturahmi ke keluarga di Bekasi, jalannya memang agak rusak dan macet, mungkin tampa sadar kondisi mama kelelahan di jalan.
Kondisi janin dipastikan dalam keadaan baik, detak jantung normal, beratnya sekitar 234 gram sesuai dengan umur kehamilan yang sekitar 19 minggu.
Ternyata ini hikmah dibalik keluarnya mama dari pekerjaannya saat ini, walaupun awalnya mama berat meninggalkan pekerjaan karena pertimbangan keperluan keluarga tetapi sekarang sudah ikhlas, karena ternyata Allah punya kehendak lain yaitu melindungi calon anak kami.
Semoga ibu dan anaknya diberikan kekuatan dan kelancaran sampai kelahiran, Amin.