Selasa, 01 Oktober 2013

Minggu 28 Kehamilan

Kehamilan istri sudah mencapai minggu ke-28, kami memutuskan untuk pindah rumah sakit yang di dekat rumah dengan pertimbangan lokasi yang dekat dan biaya persalinan.

Berat janin sudah mencapai 1,18 kg, sedangkan berat ibunya sudah mencapai 70 kg.

Oleh dokter istri diminta untuk suntik Tetanus.

Sesudah pemeriksaan kami mencoba tanya biaya persalinan sesar di rumah sakit tersebut, hasilnya kalau paket sekitar 7 juta, tetapi harus dengan referensi dokternya. Sedangkan kalau tidak, biayanya sekitar 10 juta untuk kelas 3.

Checkup sendiri mulai dilakukan 2 minggu sekali.

Janin sendiri sudah sangat aktif, kami tidak tau apa yang sebenarnya dia lakukan, tapi ini pertanda baik. Detak jantungnya sendiri ayah bisa dengar, sekitar 150 detak per menit.

Kondisi ibunya cukup baik, keluhan sekitar kaki yang sering pegal-pegal, pipis yang semakin sering, terkadang dada terasa sesak dan sedikit mual.

Perlengkapan bayi sudah mulai dicicil, sebagian ada lungsuran dari sepupu istri yang di Bekasi. Karena perlengkapannya lumayan banyak, kami sampai harus beli 1 lemari baju :D

 Alhamdullilah ayah juga sudah mendapatkan pekerjaan baru, prosesnya sangat dimudahkan, semua berkat doa mama dan orang tua. Memang mungkin ada benarnya juga pendapat yang mengatakan kalau anak itu ada saja rejekinya. Semoga ini menjadi awal untuk sesuatu yang lebih baik lagi untuk keluarga kecilku.

Jumat, 06 September 2013

Mutasi SIM Masuk

Lanjutan dari Mutasi SIM Keluar ....

Perjuangan saya lanjutkan di Jakarta.

Berbekal informasi bahwa tempat pengurusan SIM di wilayah DKI Jakarta adalah di SATPAS Polda Metro Jaya, jalan Daan Mogot KM 11,5 dan pada hari Sabtu tetap buka, maka saya pun menuju TKP dengan berbekal berkas yang saya dapatkan sebelumnya dari Polres Bogor.

Sampai di TKP saya langsung di minta cek kesehatan, diloket cek kesehatan saya diminta fotocopy KTP dan bayar formulir Rp. 25.000,-. Langsug menuju ruangan cek kesehatan. Ternyata yang di cek cuma mata saja, saya duduk menghadap kotak yang berisi kombinasi huruf, dan diminta menyebutkan kombinasi huruf dipilih oleh petugas. Tidak sampai 1 menit sudah selesai :-)

Lanjut ke loket BRI untuk membayar perpanjangan SIM. Untuk SIM A dikenai biaya Rp. 80.000,- dan SIM C Rp. 75.000,-

Lanjut lagi ke loket Asuransi. Disini per-SIM dikenai biaya masing-masing Rp. 30.000,-. Jadi total Rp. 60.000,-

Lanjut ambil formulir pembuatan SIM dengan menunjukkan bukti bayar, kemudian isi formulis tsb.

Lanjut ke loket Mutasi SIM, disini seluruh berkas mutasi SIM dari bogor, hasil cek kesehatan, bukti pembayaran perpanjangan SIM dan Asuransi dan formulir di cek oleh petugas untuk kemudian datanya di inputkan ke sistem komputer mereka. Di loket ini saya diminta Rp. 30.000,- per SIM tanpa diberikan tanda terima uang. Resmikah biaya ini ? Tidak tahu....

Berbekal potongan nomor permohonan perpanjangan SIM dari loket mutasi, saya menuju ruang foto. Gak berapa lama dipanggil, petugas memperlihatkan data saya di komputer untuk menyakinkan benar saya. Kemudian diambil sidik jari, foto dan kemuadian tanda tangan.

Kemudian menuju loket pengambilan SIM, disini petugas kembali meminta Rp. 5.000,-  per SIM. Rupanya itu untuk bayar dompet SIM dari plastik. Okelah..

Dan SIM pun ditangan... Kalau ditotal-total seluruh biaya mutasi SIM A dan C saya habis Rp. 390.000,-. Lumayan lah daripada harus bikin baru, semoga pengalaman saya bisa berguna untuk yang berencana mutasi kendaraannya.


Selasa, 27 Agustus 2013

Minggu ke 23

Hari sabtu tgl 16 agustus 2013 kami kembali cek kehamilan istri di dokter Bambang WS, rs Hermina Podomoro. Hitungan kami sudah di minggu ke-23. Dari hasil USG 4D bulan lalu, dokter menyimpulkan keadaan janin dalam kondisi normal, hanya memang letak plasenta masih dibawah metutup jalan lahir sebagian, tapi ini dapat berubah seiring pembesaran rahim, bisa saja letak plasenta tertarik keatas, sehingga jalan lahir terbuka.

Kondisi istri sendiri cukup baik, setelah minggu sebelumnya terkena flu. Berat badanya sekarang 68 kg, artinya sudah naik 8 kg sejak awal kehamilan. Berat janin sendiri sudah mencapai 609 gram, sudah banyak bergerak walau belum terlihat jelas, tetapi kalau perut istri dipegang akan terasa denyut-denyut kalau si janin bergerak, pernah suatu malam istriku tidak bisa tidur saking aktifnya si boy.

Setelah tidak bisa sama sekali minum susu hamil, tapi akhirnya ada susu yang bisa diminum, susu Ultra kemasan 250 ml, horeee... jadi tiap hari istri minum 2 box susu pagi dan malam.

Keluhan-keluhan paling kadang-kadang suka pusing, dan obatnya cukup freshcare dan barisan koyo di leher dan bahu. Sesekali juga betis dan paha terasa pegal, kalo sudah begitu suami beralih profesi menjadi tukang pijit amatiran, cukup bermodalkan minyak kayu putih atau frescare dan otot tangan, biasanya cukup mengurangi pegal walau tidak menghilangkan :-)

Karena sudah tidak bekerja, pekerjaan sehari-hari istri adalah shalat, berdoa, ngaji, ngobrol dengan boy, dengerin musik klasik, main sodoku, beresin lemari, chatting, nonton tv, minum vitamin, buatin teh manis untuk suami buka puasa senen kemis (boleh pilih teh manis panas atau dingin), minum susu, ngemil kue lebaran dan tidur.

Dibawah ini hasil usg si boy, dibawahnya ada grafik rekam detak jantung, gak ngerti sih bacanya, tapi kata dokter bagus.. ok thanks dok.


Mutasi SIM Keluar

Berhubung SIM A saya sudah akan kadaluarsa, maka saya harus segera melakukan mutasi SIM dari Bogor ke Jakarta. Pilihan saya mutasi daripada buat baru karena biayanya harusnya lebih murah dan gak perlu tes lagi.

Maka pergilah kami ke Polres Bogor di Cibinong, langsung ke bagian pelayanan SIM, oleh petugas kami diminta fotocoy KTP dan SIM masing-masing empat lembar, kemudian diberikan ke loket 4 (Bagian Entry Data).

Diloket petugas memberikan kami Tanda Bukti Permohonan SIM dan meminta kami fotocopy tanda bukti tsb 2 lembar. Setelah itu semua diberikan ke bagian Arsip, pas disamping loket 4, kami pun diminta menunggu.

Oh iya, selain SIM A saya juga mempunyai SIM C, sayangnya SIM C saya hilang entah dimana, sudah 2 tahun lalu. Atas desakan istri saya tanyakan hal ini ke petugas, apakah saya bisa mutasi SIM C yang hilang, ternyata bisa, petugas tersebut melihat data SIM C saya di komputer dan mencetak Tanda Bukti Permohonan SIM untuk SIM C saya, dan diminta ke bagian Arsip lagi untuk menyerahkan tanda bukti tersebut. Ternyata menurut petugas bagian Arsip saya harus menyertakan Surat Kehilangan SIM dari kantor polisi, tapi beliau bisa bantu,"urus surat kehilangannya nanti saja kalau sudah selesai pak" katanya. Ok, saya pikir daripada repot ya sudahlah iyakan saja.

45 menit kemudian saya dipanggil, Surat Pengantar Mutasi SIM selesai, tapi petugasnya bingung karena alamat di SIM A dan SIM C berbeda. Saya merasa harusnya tidak beda, karena waktu SIM itu dibuat pada hari yang sama dan dengan KTP yang sama. Saya cek ternyata nama di berkas SIM C berbeda, bukan nama saya. Dan akhirnya kami kembali menunggu berkas direvisi.

10 menit kemudian saya kembali dipanggil saya perhatikan nama dan alamat sudah benar. Petugas meminta biaya pengurusan Rp, 30.000 per berkas, dan karena dia sudah bantu saya memproses berkas mutasi SIM C tanpa surat kehilangan, dia minta biaya sukarela. Ok, berarti semua 2 berkas kali Rp. 30.000 plus uang bantu sukarela yang saya putuskan sebesar Rp. 20.000,- berarti total Rp. 80.000,- semua tanpa kwitansi.

Setelah berkas kami terima, kami pergi ke pos pelayanan polisi untuk membuat Surat Kehilangan SIM C untuk melengkapi Surat Pengantar Mutasi SIM kami tadi. Iseng-iseng istri melihat surat tersebut, dan ternyata tanggal lahir saya salah. Kembalilah kami ke bagian Arsip, tunggu 15 menit lagi untuk pembetulan, walaupun menurut petugasnya sebenarnya tanggal lahirnya tidak akan dilihat, yang penting nomor SIM nya benar, tapi kami tidak mau ambil resiko, lagian kami kan udah bayar, boleh dong.

Pembuatan surat kehilangan tidak ada masalah dan tanpa biaya sepeserpun, jempol untuk bagian pos pelayanan masyarakat.

Dan perjuangan akan kami lanjutkan di Jakarta ....

Mutasi Motor, Cabut Berkas

Sudah hampir 4 tahun saya berganti warga menjadi warga DKI Jakarta dari sebelumnya warga kabupaten Bogor, tetapi STNK saya masih beralamat di Bogor. Saat ini kalau bayar pajak kendaraan masih bisa menggunakan SIM saya yang masih beralamat di Bogor, tapi itu tidak akan lama lagi, karena SIM saya akan berakhir tahun depan. Untuk itulah saya berniat memutasi motor saya dari kabupaten Bogor ke DKI Jakarta.

Perjalanan dimulai dengan cek fisik kendaraan. Karena malas untuk membawa motor dari Jakarta ke Bogor saya melakukan cek fisik di Samsat Jakarta Utara, dibantu oleh bapak mertua yang baik hati, biayanya cuma Rp. 5.000,-

Satu minggu kemudian kami ke Samsat kabupaten Bogor, dokumen yang disiapkan antara lain :
  1. BPKB Asli dan copy 2 lembar
  2. STNK Asli dan copy 2 lembar
  3. Pajak Kendaraan Asli dan copy 2 lembar
  4. KTP copy 2 lembar
  5. Bukti Cek Fisik Asli, jangan lupa di legalisir dulu di loket legalisir cek fisik
Semua surat-surat diatas dibawa ke Gedung Arsip di komplek Samsat, untuk ambil berkas. Proses pencarian berkas sekitar setengah jam. Setelah berkas ditemukan saya dikenakan biaya sukarela, saya beri Rp. 5.000,- ke petugas.

Semua berkas tersebut dimasukkan ke loket mutasi keluar. Petugas akan mencek kelengkapan berkas dan meminta saya mengisi formulir permintaan mutasi kendaraan, jika lengkap petugas akan memberikan Surat Resi/Mengambil Mutasi, copy STNK, copy pajak kendaraan dan copy BPKB yang telah dicap MUTASI KELUAR dengan biaya Rp. 200.000,-. Tapi menurut petugas tersebut, karena saya pemilik kendaraan dan mengurus sendiri mutasi maka saya dikenakan biaya 50% nya saja, alias Rp. 100.000,-. Dalam pikiran saya mungkin kalau 200rb itu biaya kalo yg ngurus mutasi calo atau biro jasa. Tadinya saya mau minta kwitansi nya, tapi saya urungkan karena "ya gak mungkin resmi lah..."

Waktu pemrosesan berkas sekitar 21 hari, petugas memberikan nomor teleponnya dan meminta saya sms nomor kendaraan dan tanggal permintaan mutasi setelah 21 hari tersebut untuk mengetahui apakah berkas saya sudah selesai atau belum. Berkas dapat diambil dengan menunjukkan Surat Resi/Mengambil Mutasi. Lama juga ya waktu prosesnya, kalau bayar 200rb kira-kira berapa hari ya ? :-)

Sekarang saatnya menghitung hari......

Kamis, 15 Agustus 2013

Ibu hamil yang Flu

Lebaran sudah lewat, kami menghabiskan libur lebaran di Bogor, dari hari pertama lebaran, tanggal 8 sampai tanggal 14 agustus 2013.

Mungkin karena cuaca yang dingin dan ada saudara yang kena flu, akhirnya istri pun terkena flu. Usia kehamilan sudah 23 minggu. Dimulai dengan radang di bagian tenggorokan pada hari sabtu, diikuti dengan meriang dan batuk, sebisa mungkin kami menghindari ke dokter dan minum obat kimia, maka kami coba dengan obat alami, seperti minum air rebusan jahe, kencur dan gula merah. Minum air jeruk nipis, minum madu, vitamin C dan supplement. Dengan harapan sakit tidak sampai parah.

Tetapi flu tidak kunjung sembuh, radang dan batuk semakin menjadi, badan meriang walau tidak sampai panas. Akhirnya kami memutuskan untuk ke rumah sakit Hermina Bogor. Oleh dokter obgym (dr. Faradina) diperiksa denyut jantung bayi, masih dikisaran normal 159x/menit, kalau sampai 180x/menit sudah tidak baik. Suhu istriku 37 derajat celcius, kalau kata dokter masih sumeng alias masih belum panas, tapi sudah sedikit diatas normal.
Oleh dokter diberi resep obat Dextamine dan Sanmol, Dextamin untuk obat radang, Sanmol penurun panas dengan dosis yang terkontrol 3 x sehari, khusus Sanmol diminum jika diperlukan, alias jika tubuh semakin panas.

Alhamdullilah hari ini istri sudah tidak meriang lagi, radangnya pun sudah tidak terasa hanya batuknya saja yang belum sembuh.
Kami rasa keputusan kami ke dokter tepat, karena jika ibu hamil panas tinggi akan sangat beresiko.

Minggu, 21 Juli 2013

USG 4 Dimensi

Alhamdullilah, menurut dokter keadaan janin semua normal, baik organ tubuh dalam maupun luar sesuai dengan usia kehamilan yang menurut mesin USGnya 19 minggu 6 hari.
Berat janin sudah 316 gram, perkiraan lahirnya tanggal 6 desember 2013, janin akan siap lahir sekitar 2 minggu sebelum tanggal tersebut.

Proses USG berlangsung kira-kita 20 menit, pada awalnya gambar janin kurang terlihat, menurut dokter ini disebabkan oleh lapisan minyak diperut kerena diolesi lotion atau sejenisnya, memang istri selama jika selesai mandi selalu mengolesi baby oil di badannya, tetapi itu tidak terlalu bermasalah karena lama-lama gambarnya akan terlihat jelas. D

Dokter akan melihat dan mengukur setiap bagian tubuh seperti panjang paha, lingkar kepala, jarak kedua mata, ukuran hidung, jari-jari kaki dan tangan, ke empat bilik jantung, detak jantung, lambung, ginjal dan lain-lain.

Setelah semua selesai kami mendapatkan copy gambar dan CD hasil USG. Nih sebagian hasilnya...
Mirip siapa ya ? :D








Rabu, 10 Juli 2013

Placenta Previa

Semua bermula kemarin pagi, sekitar jam 3 pagi mama mengeluh kalau perut bagian bawahnya terasa nyeri. Paginya dengan tak sengaja ayah melihat bercak dicelana tidur mama, kebetulan celana itu berwarna biru muda sehingga terlihat sekali. Bercak itu berwarna kecoklatan muda dan berdiameter sekitar 1-2 cm. 
Kami ragu, apakah itu noda atau flag. Akhirnya kami coba kucek di air dan rinso, ternyata noda tersebut hilang, hampir pasti itu flag.
Akhirnya kami memutuskan pagi itu juga pergi ke dokter, kami cari dokter yang praktek paling pagi walau bukan dokter yang biasa menangani mama. Dapatlah kami jadwal periksa jam 8 pagi, urutan nomor 2. Habis sarapan langsung tancap ke rumah sakit.

Setelah kami ceritakan sedikit masalah kami, dokter langsung memeriksa kandungan mama menggunakan USG, dan dokter memberitahu kami kalau plasenta mama berada di bawah rahim, dan kemungkinan menutup jalan lahir. Istilah bekennya Placenta Previa.
Kondisi ini membuat kondisi kehamilan menjadi agak rentan akan kelahiran prematur.
Salah satu gejala placenta previa adalah keluarnya bercak darah tanpa rasa sakit dan biasanya timbul jika ibu dalam kondisi kecapekan.
Oleh sebab itu dokter menyarankan agak mama tidak boleh capek dan banyak istirahat.
Selain itu trisemester ke-3 dokter akan menyarankan ibu hamil banyak makan ice cream, supaya bayi menjadi besar, sebagai antisipasi jika terjadi kelahiran prematur.



Memang pada akhir minggu lalu kami pergi bersilahturahmi ke keluarga di Bekasi, jalannya memang agak rusak dan macet, mungkin tampa sadar kondisi mama kelelahan di jalan.

Kondisi janin dipastikan dalam keadaan baik, detak jantung normal, beratnya sekitar 234 gram sesuai dengan umur kehamilan yang sekitar 19 minggu.

Ternyata ini hikmah dibalik keluarnya mama dari pekerjaannya saat ini, walaupun awalnya mama berat meninggalkan pekerjaan karena pertimbangan keperluan keluarga tetapi sekarang sudah ikhlas, karena ternyata Allah punya kehendak lain yaitu melindungi calon anak kami.

Semoga ibu dan anaknya diberikan kekuatan dan kelancaran sampai kelahiran, Amin.

Senin, 24 Juni 2013

It's a boy

Jumat lalu kembali kami periksa kandungan istri ke dokter di minggu ke-16 kehamilan, oleh dokter langsung di USG, bentuk nya sudah mulai terlihat jelas. Oleh dokter gagang usg di puter-puter di perut istri, entah apa yang sedang dilihatnya, dan tiba-tiba tanpa sengaja, dokter menemukan "monas", it's clearly a boy :-).

Berarti nanti akan ada dua laki-laki yg ngerepotin mam...
Dan ada dua laki-laki yang akan jagain mam...
Dan ayah jadi laki-laki nomor dua :)

Balik lagi ke pemeriksaan, menurut dokter kondisi bayi OK, berat 113 gram. Dokter meresepkan supplemen Folamil, Calcium dan DHA.

Kondisi ibunya sangat baik, muntah-muntah sudah jauh berkurang, napsu makan cukup, tidak terlalu berlebihan, terkadang paha dan betis pegal-pegal, pusing juga kadang-kadang muncul, jerawat muncul dua buah lagi di pipi kiri, tapi sekarang sudah hilang, muncul bercak hitam di sekitar paha, mungkin karena malam gak sengaja digaruk waktu tidur.
Celana hamil buat kerja baru saja kami beli di ITC cempaka mas, plus satu celana pendek.
Susu masih susah masuk, terkadang mau terkadang tidak, jadi sesekali makan es krim atau minum susu kacang kedelai.
Ngidam mungkin tidak terlalu atau mungkin belum, hanya kemarin minta petai belinya nitip teman kantor, harganya Rp. 7000 per papan, maklum lagi paceklik petai. Begitu dapet langsung seharian makan petai :)
Ada satu lagi kebiasaan kami, kemana-mana selalu denger musik klasik, Mozart, Beethoven, Bach dan lain-lain, terkadang ibunya merasa ngilu di perutnya kalau sedang denger musik klasik, gak tau sih, apa gerakan bayinya atau yang lain.

Bulan depan dijadwalkan untuk USG 3/4 dimensi untuk melihat kondisi seluruh bagian tubuh si Boy.

Ok, that's it for now, dan sedikit sms pesan dari bapak dan ibu setelah kami beritahu tentang calon cucunya :
"Alhamdulliah. Itu karunia Allah SWT. Tingkatkan ibadah dengan harapan kesudahan yang baik" Amin.



Kamis, 30 Mei 2013

Periksa Kehamilan Minggu Ke 12

Hari jumat tanggal 24 mei 2013 kami kembali periksa kehamilan istri di dr. Bambang, Rs Hermina Podomoro

Ukuran janin dari kepala sampai pantat sudah 5,5 cm, sedangkan ukuran diameter kepala 1,64 cm. Bentuknya sudah mulai terlihat jelas, kepala dan kaki sudah mulai kelihatan. Keadaan janin menurut dokter baik sekali, kami pun sudah dapat mendengar jantung melalui microphone khusus.

Hitungan kami, usia kandungan sudah 12 minggu HPHT (hari pertama haid terakhir), dan sesuai dengan hasil USG

Kondisi mamah :
  • Mual-mual bisa seharian, pernah sampai keluar bercak darah, menurut dokter, itu akibat luka di kerongkongan, karena muntah terlalu sering, tapi itu tidak berbahaya
  • Pusing, terkadang suka muncul tiba-tiba, kata dokter kalau tidak tahan boleh saja minum Panadol Biru, tapi alhamdullilah istri masih bisa tahan
  • Sembelit, ini masalah lumayan berat buat istriku, sudah makan buah + sayur + yakult tetep aja tidak berpengaruh. Sampai kami pernah pakai Microlax tapi memang tidak boleh terlalu sering
Semoga dilancarkan sampai lahiran, Amin..


Jumat, 24 Mei 2013

Pesan dari Ibu

SMS dari ibu tanggal 5 April 2013 Jam 07:38 Sore

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Renungan Hari Ini

Kita belajar diam dari banyaknya bicara
Kita belajar sabar dari sebuah kemarahan
Kita belajar mengalah dari keegoisan
Kita belajar menangis dari kebahagiaan
Kita belajar tegar dari kehilangan

Hidup adalah Belajar

Belajar bersyukur meski tidak cukup
Belajar rela meski tidak ikhlas
Belajar taat meski berat
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar sabar meski terbebani
Bejajar setia meski tergoda
Belajar memberi meski tak seberapa
Belajar mengasihi meski disakiti
Belajar tenang meski gelisah
Belajar percaya meski susah

Belajar dan.., terus belajar.

Selasa, 21 Mei 2013

Video Pernikahan Kami

Lokasi : Gedung Wanita Pertamina, Jl. Cempaka Putih Tengah XX B, Jakarta Pusat

Akad Nikah : Minggu 1 November 2009, jam 8.00


Resepsi : Minggu 1 November 2009, jam 11.00 s.d 13.00


Per sempre

Senin, 20 Mei 2013

Hadiah Ulang Tahun ke 35

Ini hadiah ulang tahun dari istri tercinta, tepat diusia ku yang ke-35, 6 mei 2013.
Gak nyangka juga mam bisa buat ini, pasti dibuat dengan segudang cinta ya. :)

Hadiahnya berisi CD foto-foto kami, dari masa pacaran sampai saat ini. Thanks ya mam. TI AMO




Jumat, 26 April 2013

Minggu ke 7 Kehamilan

Kemarin kami ke dokter lagi untuk cek kehamilan, seminggu sebelumnya istri cek laboratorium.
Banyak sekali yang diperiksa seperti darah lengkap, urin lengkap, tokso, rubella, tiroid.
Hasilnya leukosit masuk kategori tinggi 12.000 /ul.
Kami tanyakan ke dokter Bambang Ws, ternyata ibu hamil memang leukositnya cenderung tinggi, sampai 15.000 /ul.
Selain itu semua normal.

Janin sendiri sudah berukuran 1.4 cm, cepat sekali pertumbuhannya, karena minggu lalu masih 5 mm.
Berat badan mamanya naik 2 kg dari minggu lalu, muntah-muntah gak kenal waktu pagi, siang dan malam, tapi alhamdullah masih bisa masuk makanan bahkan beratnya naik :D

Untuk mama "yang sabar ya", untuk calon anakku "yang kuat ya"

Senin, 22 April 2013

Gambar Hitam Putih Paling Indah Didunia (bagi saya)

Saya baru saja melihat gambar hitam putih paling indah sedunia, apakah itu ?
Itu adalah gambar USG calon anak kami :-)
Semua orang tua pasti tau kalo melihat USG dapat membuat kita senang, tapi bagi kami senangnya berlipat-lipat. Kenapa ?
Begini, kami menikah tanggal 1 november 2009, sudah 3 tahun lebih.
Hampir semua pasangan yang baru menikah pasti ingin memiliki anak, kami juga.
Bulan 1 belum berhasil, bulan 2 belum, bulan 3 saya langsung berobat ke dokter Androlog, asumsi kami istri tidak ada masalah, karena sebelum menikah pernah melakukan pemeriksaan pra nikah.
Oleh dokter Androlog saya di diagnosa Oligoasthenoteratozoospermia, ini bukan penyakit, ini adalah kondisi sperma saya, yang artinya kurang lebih jumlah spermanya dikit banget, udah gitu geraknya banyakan lambat dan bentuknya tidak sempurna, tapi menurut dokter masih mending dari pada steril, ya Alhamdulillah. Sebabnya suhu di testis lebih tinggi 2 derajat dari normal akibatnya sperma yang diproduksi kurang baik. Saran dokter operasi varicokel trus dikasih obat.
Obat saya minum, baru 1 bulan Alhamdullilah istri hamil, jadi operasi di tunda dulu :-) Horeee...
Tapi Tuhan berkehendak lain, istri pendarahan di minggu ke 6 kehamilan, menurut dokter blighted ovum alias hamil palsu alias hamil kosong, jadi kantung rahimnya ada tapi janinnya tidak ada. Sungguh kasian istriku, harus menjalani prosedur kuret, sesuatu yg sangat menyakitkan baik fisik maupun psikologi.
Oke, so saya akhirnya menjalani operasi varicokele, atau pengangkatan pembuluh darah yang mengalami varises di testis. Dan kembali minum obat dari dokter Androlog.
4 bulan setelah operasi dan minum obat, kembali cek sperma, hasilnya ada peningkatan volume, tetapi belum signifikan, masih katagori Oligoasthenoteratozoospermia. Ok, saya terus minum obat.
1 bulan kemudian istri kembali positif hasil, senang sekali hati ini. 1 minggu setelah ketahuan positif istri tiba-tiba panas tinggi, opname, dan divonis Demam Berdarah. Saya masih optimis kandungan istri tidak akan terpengaruh. Di minggu ke 5 istri di usg, hasilnya kantung rahim sudah tebentuk, janin jg sudah terlihat, tetapi belum ada denyut jantung, kemungkinan memang masih sangat lemah. Kami diminta di usg 2 minggu kemudian.
Minggu ke 7 kembali istri di Usg, dokter belum melihat detak jantung dan ukuran janin tidak berkembang. Kita coba cari second opinion, dan hasilnya sama, janin tidak berkembang.
Sungguh sedih istri harus kembali menjalankan prosedur kuret, tapi kami sadar, mungkin ini yang terbaik untuk kami dan janin itu sendiri.
Setelah itu 2 tahun istri kosong, saya tetap minum obat, walau sempat jeda karena bosan, keadaan sperma sudah lumayan baik, bolehlah kalau dibilang normal hehe. Istri sempat menjalani HSG untuk melihat leher rahim dan alhamdullilah paten. Insem pun sempat kami jalani, tetapi belum ada hasil.
Akhirnya di bulan maret 2013 istri positif hamil, thanks god. Harapan itu muncul kembali. Ketahuan hamil di minggu ke 4, langsung ke dokter kandungan, di usg, tapi belum terlihat. Mungkin karena masih terlalu kecil. Istri diberikan obat penguat yang paling tinggi. Minggu ke 6 kami kembali ke dokter untuk usg, harap-harap cemas karena pengalaman kami yang lalu membuat kami sedikit trauma. Ketika saya melihat gambar Usg yang pertama kali saya cari adalah detak jantung, dan Alhamdullilah detak nya sudah terlihat sangat jelas, ukuran janin 5mm.
Rasa senang yang berlipat-lipat memenuhi hati kami. Itulah mengapa gambar hitam putih itu adalah gambar terindah di dunia.
Kami sadar, perjalanan kami masih panjang, tetapi kami sangat menikmati perjalanan ini. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kami dan janin didalam kandungan istriku, amin.